Senin, 26 November 2018

LITERASI SASTRA LISAN DALAM WAJAH PENDIDIKAN

     Berbicara sastra, kita bukan sekedar berbicara tentang jenis dan bentuknya saja. Tetapi lebih jauh dari itu, sastra lisan mengandung nilai-nilai luhur yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan dalam hubungan usaha pembinaan dan penciptaan sastra. Yang lebih ditekankan lagi pada legenda Danau Toba, pelestarian sastra lisan ini dipandang sangat penting, kenapa?  Karena sastra lisan ini hanya tersimpan dalam ingatan orang tua atau sesepuh yang kian hari berkurang.
     Sastra lisan "Danau Toba" berfungsi sebagai pununjang perkembangan bahasa lisan kita dan sebagai pengungkap dalam pikiran serta sikap dan nilai-nilai kebudayaan masyarakat pendukungnya. Sastra lisan "Danau Toba" juga merupakan budaya yang menjadikan bahasa sebagai media dan erat ikatannya dengan kemajuan bahasa dan masyarakat pendukungannya. Perlu adanya penyelamatan agar tidak hilang sehingga generasi selanjutnya dapat mengenal dan menikmati kebudayaan bahasa lisan, terutama pada legenda Danau Toba.
     Perlu disadari bahwa salah satu upaya untuk membina karakter bangsa dapat dilakukan melalui pemahaman nilai-nilai kebudayaan dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
     Bagaimana cara melestarikannya? Buat orang tua dan guru lah yang berperan penting untuk melestarikan sastra lisan "Danau Toba", mengapa? Karena orang tua harus menyisihkan waktunya dan mendekatkan diri dengan anak melalui sastra lisan yaitu legenda Danau Toba. Dan guru harus mengajarkan mengenai sastra lisan "Danau Toba" agar tidak punah dan tetap terlestarikan.
     Jika produk sastra lisan disuatu daerah punah, maka daerah tersebut telah kehilangan rekaman penggunaan bahasa lisan yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.
Maka marilah kita lestarikan sastra lisan kita agar tetap terbudaya dari generasi ke generasi.

Berpikir maju, untuk masa depan!